
Desanesia – Majelis GAZA menyoroti berbagai potensi gejolak global dan nasional melalui kajian futuristik Blueprint dan Roadmap Berbasis Mubasyirat 2026–2029, untuk memetakan risiko dan perubahan besar yang diprediksi memengaruhi Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
Blueprint dan Roadmap menggabungkan pembacaan terhadap dinamika geopolitik, perubahan sosial, tantangan moral, hingga ancaman digital dengan pendekatan mubasyyirāt—mimpi benar yang sejak masa Nabi digunakan sebagai bentuk tabsyir atau isyarat positif bagi umat.
Para peserta dari beragam latar belakang, termasuk komunitas, peneliti independen, aktivis, dan tokoh masyarakat, hadir untuk memahami gambaran situasi global yang semakin tidak stabil serta implikasinya terhadap arah perjalanan bangsa dalam Seminar Nasional di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu, 10 Desember 2025.
Ketua Majelis GAZA, Diki Candra, menegaskan, dunia sedang bergerak menuju fase transformasi besar. Perubahan tampak dari meningkatnya bencana alam, ketidakpastian geopolitik, bergesernya pusat kekuatan dunia, hingga dinamika sosial yang berubah cepat dan sulit diprediksi.
“Mubasyirat, mimpi benar yang bersifat kolektif, berulang, dan memiliki kesesuaian dengan fakta, dapat menjadi alat navigasi moral dan strategis jika dianalisis dengan metode yang benar sebagaimana diajarkan ulama klasik,” kata Diki dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 Desember 2025.
Blueprint 2026–2029 yang dipresentasikan memuat analisis komprehensif terkait sektor-sektor penting seperti keamanan dan geopolitik, ekonomi global, perkembangan sosial dan moral, teknologi dan ancaman digital, serta isu perubahan iklim dan bencana alam, termasuk tren kebangkitan Asia.
Indonesia disebut berada pada periode kritis 2026–2029 sehingga membutuhkan kesiapan nasional yang lebih kuat, terutama dalam menghadapi risiko bencana, menjaga stabilitas sosial, dan memperkuat ketahanan spiritual masyarakat. Berbagai indikator global menunjukkan kawasan Asia–Eropa berpotensi menghadapi guncangan besar, baik ekonomi maupun geopolitik.
“Mubasyirat dari banyak pihak, termasuk mimpi yang telah viral dari Muhammad Qasim dan mimpi-mimpi internal Majelis GAZA, menunjukkan pola konsisten mengenai meningkatnya konflik kawasan, potensi gangguan keamanan energi, dan ancaman bencana besar sebagai bentuk peringatan moral bagi umat manusia,” jelasnya.
Majelis GAZA juga menekankan, pemaparan Blueprint dan Roadmap tidak terkait agenda politik, melainkan sebuah upaya akademik dan moral untuk memperkuat kesiapan kolektif bangsa.
“Blueprint berbasis Mubasyirat ini bukan prediksi sembarangan. Ia merupakan sintesis antara nash keagamaan, kajian ilmiah, analisis sejarah, dan kesaksian mimpi benar yang telah terjadi selama bertahun-tahun. Kami berharap bangsa Indonesia menyiapkan diri secara spiritual, sosial, dan strategis menghadapi tahun-tahun perubahan besar,” pungkas Diki Chandra.








