Desapolitan

Mendes: Pemberdayaan Desa Butuh Tata Kelola dan Akses Finansial yang Kuat

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto. (Kemendes PDT)

Desanesia – Penguatan ekonomi desa dinilai tidak dapat dilepaskan dari kesiapan tata kelola, manajemen, dan akses keuangan yang memadai. Keberhasilan pemberdayaan masyarakat desa membutuhkan dukungan sistem finansial yang kuat supaya berbagai program pemerintah benar-benar berdampak hingga ke tingkat akar rumput.

Dalam konteks tersebut, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dinilai memiliki peran strategis sebagai ujung tombak perluasan akses dan implementasi kebijakan pemerintah di desa-desa. Karena itulah, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) berkolaborasi untuk penguatan ekonomi desa.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menilai, BRI melalui jaringan layanan yang luas mampu memperkuat program pemberdayaan masyarakat, mulai dari penyaluran bantuan sosial, Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga pembiayaan bagi BUM Desa dan UMKM agar menjangkau wilayah pelosok.

“Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo ini tidak mungkin dilakukan oleh Kemendes sendiri. Kalau mau membangun desa, semua perlu manajerial, termasuk masalah finansial. Maka kolaborasi dengan Bank BRI ini bagi kami sangatlah strategis,” jelas Yandri saat audiensi dengan Direktur Utama Bank BRI di Tower BRI 1, Jakarta Pusat, Senin, 5 Januari 2026.

Ia menegaskan, kerja sama tersebut menempatkan Bank BRI sebagai pilar penting dalam mendorong terwujudnya ekonomi nasional yang inklusif, berkeadilan, dan merata, terutama di kawasan pedesaan. BRI juga dinilai konsisten mendukung pembangunan jangka panjang melalui keterlibatannya dalam pembiayaan berbagai proyek infrastruktur strategis pemerintah, seperti jalan tol dan pembangkit listrik, yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sebagai Bank Himbara yang usianya lebih dari seratus tahun, tentu kiprahnya sangat teruji, relasi dan jaringannya paling luas. Maka perlu bagi kami menjalin kerjasama yang lebih,” papar Yandri.

Di sisi lain, Direktur Utama Bank BRI Hery Gunardy memaparkan, pihaknya selama ini aktif melakukan pendampingan terhadap desa, salah satunya melalui program inkubasi desa yang berfokus pada pengembangan potensi lokal, peningkatan kapasitas SDM, serta penguatan ekosistem digital desa.

Upaya tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan strategis pemerintah agar tercipta nilai ekonomi yang berkelanjutan di tingkat desa. Selain itu, BRI juga terus memperluas inklusi keuangan dengan menghadirkan layanan perbankan melalui jaringan agen yang kini telah menjangkau lebih dari 80 persen desa di Indonesia.

“Sejauh ini kami telah melakukan perluasan inklusi dan akses layanan melalui infrastruktur jaringan kovensional, hybrid, dan digital. Termasuk menjadi penyedia produk layanan yang lengkap dan komprehensif sesuai kebutuhan nasabah mikro, termasuk BUM Desa,” pungkasnya.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *