Mendes Yandri Ingatkan TPP: Peran Anda Kunci Masa Depan Desa

Desanesia – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menekankan agar Tenaga Pendamping Profesional (TPP) tidak menganggap remeh perannya, baik di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, maupun provinsi.
Mendes PDT, Yandri Susanto mengingatkan, TPP sebagai garda terdepan Kemendes PDT wajib meningkatkan kemampuan serta memperkuat rasa kebersamaan. Hal tersebut penting agar pembangunan desa tetap sesuai jalur dan dana desa dimanfaatkan secara tepat.
“Pengabdian kita di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menjadi sesuatu yang sangat bernilai dan strategis jadi perlu kekompakan kita semua. Maka konsolidasi menjadi relevan karena kalau tidak seirama, bagaimana membangun dari desa bisa kita sukseskan,” ujar Yandri dalam keterangan tertulis, Rabu, 24 Desember 2025.
“Saya mohon kepada TPP karena Bapak Ibu adalah ujung tombak Kemendes saya meyakini peran bapak ibu sangat strategis dan sangat menentukan masa depan Indonesia dengan cara membangun desa. Jangan sampai minder atau jangan sebagai pekerjaan ini jadi pelarian atau job sampingan,” tambahnya.
Selain soliditas dan kemampuan, Yandri menekankan pentingnya kepatuhan TPP terhadap aturan, termasuk tertuang dalam Kepmendesa 294/2025 tentang Petunjuk Teknis Pendampingan Masyarakat Desa. Ia menegaskan, disiplin aturan menjadi modal utama agar setiap langkah TPP selaras dengan tugas dan aman secara hukum.
“Kami sudah komitmen di Kemendes tidak ada jual beli jabatan, sogok menyogok jabatan. Kalau ada TPP yang dievaluasi oleh kami bukan karena ada sogokan tapi ikut aturan dan mau desa semakin baik,” tegas Yandri.
Untuk hasil yang optimal, TPP juga diminta memanfaatkan perkembangan digital, terutama untuk mempublikasikan kondisi desa, tanpa mengabaikan ketentuan dalam bermedia sosial.
“Jangan gaptek dengan media sosial. Minimal punya Tiktok atau Instagram atau Twitter atau YouTube sebagai sarana untuk mempublikasikan tentang desanya kepada publik. Tidak ada ceritanya publikasi dibatasi karena semua bisa diupload di dunia maya tapi tetap hati-hati juga bermain sosmed harus bijak maka penting peningkatan kapasitas,” pungkasnya. [IM]




