
Desanesia – Tragedi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menggugah kepedulian insan kreatif untuk turut bersuara. Melalui musik, Maina Production merilis sebuah lagu berjudul “Bumi Semakin Panas” sebagai bentuk empati dan solidaritas kemanusiaan.
Lagu yang dibawakan Berlian Voice tersebut dipersembahkan sebagai ungkapan duka, doa, sekaligus ajakan refleksi atas krisis lingkungan dan kemanusiaan yang tengah dihadapi masyarakat di berbagai daerah. Karya tersebut lahir dari keprihatinan mendalam terhadap penderitaan para korban bencana, sekaligus menjadi pengingat bahwa dampak perubahan iklim dan kerusakan alam kini semakin nyata dirasakan manusia.
Dengan lirik yang lugas dan penuh emosi, “Bumi Semakin Panas” menggambarkan kegelisahan manusia di tengah kondisi alam yang kian rapuh. Melalui balutan vokal Berlian Voice, lagu tersebut tidak hanya menghadirkan kesedihan, tetapi juga menyampaikan harapan agar manusia kembali membangun hubungan yang harmonis dengan alam.
Produser Maina Production, Levinus Kariuw, menegaskan, lagu tersebut sengaja dirilis di tengah suasana duka sebagai wujud solidaritas moral terhadap para korban bencana.
“Lagu ini kami persembahkan untuk saudara-saudara kita yang menjadi korban banjir bandang di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Ini bukan sekadar karya musik, tapi ungkapan empati dan doa dari kami,” ujar Levinus dalam keterangan tertulis, Minggu, 21 Desember 2025.
Levinus menilai musik memiliki kekuatan untuk menyatukan rasa dan menjadi sarana penguat bagi mereka yang tengah tertimpa musibah. Selain itu, ia juga menyampaikan doa dan harapan agar para korban bencana diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi masa sulit yang sedang mereka jalani.
“Kami berdoa semoga kondisi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat segera pulih. Semoga para korban diberikan kesehatan, ketabahan, dan bantuan yang mereka butuhkan bisa segera sampai,” katanya.
Lebih jauh, Levinus berharap lagu “Bumi Semakin Panas” dapat menjadi pengingat bersama tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial lintas wilayah dan generasi.
Berlian Voice sendiri bukan nama baru di dunia musik. Sebelumnya, grup vokal tersebut dikenal konsisten menghadirkan karya-karya bernuansa tradisional Ambon dan Batak.
Keterlibatan Berlian Voice dalam proyek “Bumi Semakin Panas” semakin menegaskan posisi mereka sebagai musisi yang tidak semata berkarya untuk hiburan, tetapi juga menjadikan musik sebagai medium suara nurani dan kepedulian sosial.
Melalui perilisan lagu tersebut, Maina Production bersama Berlian Voice berharap masyarakat luas turut mendoakan para korban bencana, sekaligus menjadikan tragedi tersebut sebagai momentum untuk lebih peduli terhadap alam dan sesama. [IM]




